Membantu observasi massa otot, ketidakseimbangan otot dan sarcopenia.

Mengapa analisis komposisi tubuh merupakan alat yang efektif dalam mengobati sarcopenia dan frailty (kerapuhan)?

Disclaimer: Perangkat InBody harus digunakan sebagai alat tambahan untuk pengambilan keputusan klinis dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit apa pun.

Komposisi tubuh sangat penting untuk memahami susunan otot dan lemak pasien dan bagaimana informasi ini mendorong timbulnya resiko kesehatan dan penyakit. Wawasan yang lebih dalam tentang keseimbangan komposisi tubuh membantu memandu perawatan dan menargetkan area spesifik untuk pengobatan atau mencegah gangguan fungsional, sarcopenia, dan frailty.

Perangkat InBody bersifat non-invasif dan nyaman, menjadikannya alat yang ideal untuk diterapkan ke dalam program pencegahan dan pengobatan. Tes InBody memberikan hasil komprehensif yang dapat digunakan untuk mendidik dan melibatkan pasien tentang kesehatan mereka dan resiko cedera karena massa otot yang rendah.

Dalam waktu kurang dari 60 detik, Tes InBody memberikan pengukuran yang mudah dipahami, akurat, dan objektif untuk mengevaluasi massa otot rangka pasien saat ini dan menentukan resiko sarcopenia atau frailty. Dokter dapat menggunakan InBody untuk:

  • Identifikasi area yang melemah karena kehilangan otot yang meningkatkan resiko komplikasi kesehatan atau jatuh
  • Menilai massa otot untuk menentukan kehilangan otot dan mendapatkan kembali melalui program rehabilitasi
  • Mengukur risiko kesehatan melalui evaluasi distribusi lemak tubuh
  • Melacak ketidakseimbangan cairan yang berhubungan dengan hilangnya massa otot, edema, atau peradangan.

Skeletal Muscle Index (SMI)

Identifikasi resiko sarcopenia dan penurunan mobilitas

Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mulai kehilangan massa otot; karena kurangnya aktivitas fisik, tingkat penurunan otot ini meningkat, memperburuk resiko cedera terkait penuaan. Namun, mengidentifikasi perubahan otot terkait dengan usia dan bagaimana kaitannya dengan resiko frailty sulit untuk diidentifikasi dan dilacak.

Dengan mengukur massa bebas lemak secara akurat di setiap segmen tubuh, Skeletal Muscle Index (SMI) dapat diidentifikasi dengan mudah dan risiko sarcopenia dapat diindentifikasi.

Sarcopenia dan frailty menghambat populasi lansia, mempengaruhi kematian, fungsi kognitif, dan kualitas hidup. Menjaga lean mass menjadi bagian yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan kemandirian. Penurunan otot di lengan dan kaki dikaitkan dengan penurunan mobilitas, peningkatan resiko jatuh dan frailty, dan lama rawat inap di rumah sakit. Jatuh dan patah tulang sering mengakibatkan siklus kerusakan otot yang berdampak negatif pada fungsi fisik dan kemandirian pasien. Menggunakan alat non-invasif untuk melacak perubahan komposisi tubuh, pasien dapat ditempatkan di bawah pengawasan ketat untuk meminimalkan penurunan massa otot dan resiko gangguan mobilitas. Selanjutnya, penilaian massa otot rangka untuk rawat jalan bisa meminimalkan risiko jatuh sepulang dari rumah sakit.

Muscle – Fat Analysis

Menilai sarcopenic obese dan resiko penyakit

Melacak perubahan berat badan adalah metode yang buruk untuk memantau resiko penyakit atau perubahan status kesehatan seiring bertambahnya usia. Sarcopenia meningkatkan pengurangan aktivitas pada populasi lanjut usia, sehingga meningkatkan resiko kenaikan berat badan dan obesitas. Ketika massa otot terus menurun, pasien dapat mengalami obesitas sarcopenic; namun, ini tidak dapat dideteksi dengan menggunakan BMI karena hilangnya otot dapat ditutupi oleh penambahan lemak. InBody memberikan data komposisi tubuh yang akurat, termasuk keseimbangan otot-lemak, persen lemak tubuh dan lemak visceral, memungkinkan dokter untuk melacak perubahan fisiologis pasien mereka baik di dalam maupun di luar rumah sakit dengan lebih baik. Analisis mendalam ini memberikan keunggulan untuk mengidentifikasi resiko kesehatan dan mencegah perkembangan penyakit kronis yang terkait dengan ketidakseimbangan otot-lemak.

Pada populasi lansia, pola hidup yang berubah, aktivitas fisik yang berkurang, dan kebiasaan makan yang buruk dapat mengakibatkan hilangnya otot dan penambahan lemak. Berat badan mungkin tetap stabil karena perubahan komposisi tubuh ini terjadi, sehingga sulit untuk melacak perubahan status kesehatan menggunakan berat badan atau BMI. Karena perilaku sedentari ini terus berlanjut dari waktu ke waktu, hilangnya otot dan bertambahnya lemak secara terus-menerus menyebabkan ketidakseimbangan otot-lemak yang parah, suatu kondisi yang dikenal sebagai obesitas sarcopenia. Fenomena ini menggabungkan efek buruk dari sarcopenia dan obesitas, yang secara signifikan meningkatkan resiko kesehatan jangka panjang dan resiko kematian; namun, ini tidak dapat dicerminkan secara memadai oleh BMI. Sebaliknya, memantau keseimbangan antara otot dan lemak serta persen lemak tubuh (PBF) dapat membantu mengidentifikasi status kesehatan pasien saat ini untuk memandu rekomendasi klinis. Selanjutnya, perawatan yang ditargetkan untuk pemeliharaan atau peningkatan otot, serta pengurangan lemak tubuh, dapat meningkatkan hasil pasien dan mempertahankan fungsi fisik seiring bertambahnya usia.

Selain keseimbangan otot-lemak dan PBF, penting untuk memantau distribusi lemak. Lemak visceral terdiri dari lemak yang terletak di daerah perut, mengelilingi dan melindungi organ vital. Peningkatan lemak visceral telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker. Dengan evaluasi komposisi tubuh yang komprehensif, termasuk massa otot dan distribusi lemak, dokter dapat melacak perubahan fisiologis pada pasien mereka dan secara tepat menilai resiko kesehatan terkait untuk pencegahan dan intervensi dini.

ECW Ratio Dan Segmental ECW Ratio

Mengkaji apakah perubahan ECW Ratio adalah akibat dari penurunan massa otot dan cairan intraseluler yang rendah

Metode komposisi tubuh tradisional tidak memberikan nilai cairan yang dapat dikaitkan dengan status penyakit, kondisi metabolisme, atau kehilangan otot. InBody memberikan pengukuran air tubuh yang objektif dan tepat untuk mendeteksi retensi air guna membantu memandu penilaian dan perawatan dokter.

InBody secara efektif membedakan air di kompartemen air intraseluler (ICW; di dalam jaringan) dan ekstraseluler (ECW; di dalam darah dan cairan interstisial) yang merupakan total air tubuh. ECW Ratio, berdasarkan rasio antara ECW dan TBW (ECW/TBW), dapat digunakan untuk mendeteksi ketidakseimbangan cairan akibat hilangnya massa otot, penyakit, atau kondisi metabolisme.

Pengecilan otot menyebabkan kehilangan air dari kompartemen intraseluler. Kehilangan air ini sering terjadi tanpa perubahan air ekstraseluler, menyebabkan ECW Ratio meningkat. Ketidakseimbangan cairan ini dapat berdampak negatif pada fungsi jantung dan menyebabkan hasil kesehatan yang lebih buruk. Di sisi lain, peningkatan ECW/TBW juga dapat terjadi secara independen dari hilangnya otot karena kondisi seperti penyakit metabolik, ginjal, dan gagal jantung. Memahami penyebab peningkatan Indeks Edema dapat membantu profesional medis dalam memberikan pilihan pengobatan terpandu yang lebih spesifik untuk setiap pasien dan mengurangi dampak negatif pada resiko atau perkembangan penyakit.

Skeletal Muscle Mass

Pantau sarcopenia, resiko penyakit, dan hasil operasi

Massa otot memainkan peran dalam kesehatan klien sebelum, selama, dan setelah operasi. Menilai massa otot dapat mengidentifikasi resiko bedah, memprediksi komplikasi perioperatif, dan mengidentifikasi perubahan yang dapat merugikan setelah prosedur bedah.

Dengan tidak menyaring tanda-tanda sarcopenia, pasien yang menjalani operasi elektif atau non-elektif mungkin memiliki peningkatan resiko hasil kesehatan yang negatif. Hal Ini dikarenakan otot berperan penting dalam pencegahan resistensi insulin sebagai respons terhadap cedera atau stres. Mereka yang memiliki massa otot rendah meningkatkan resiko komplikasi bedah karena respons tubuh untuk melepaskan simpanan protein untuk merangsang pemulihan dan penyembuhan jaringan. Akibatnya jumlah simpanan jaringan yang semakin rendah dapat secara signifikan meningkatkan resiko komplikasi dan bahkan bisa memprediksi adanya komplikasi perioperatif.

Selain itu, massa otot yang rendah juga dikaitkan dengan komplikasi pasca operasi karena tubuh terus menggunakan simpanan protein untuk mempercepat pemulihan. Memantau kehilangan otot ini dapat membantu memberikan intervensi lebih awal dan mendukung waktu pemulihan yang lebih cepat sambil meminimalkan kehilangan otot dari waktu ke waktu.

Tes InBody dapat mengidentifikasi dan melacak kekurangan otot atau kehilangan massa otot selama masa pemulihan. Dengan memahami komposisi tubuh pasien sebelum operasi, profesional medis dapat menurunkan resiko komplikasi bedah atau bahkan merekomendasikan peningkatan massa otot sebelum prosedur bedah tertentu. Memahami perubahan komposisi tubuh akibat operasi dan pemulihan pasca operasi juga dapat membantu mengurangi resiko resistensi insulin dan mencegah kehilangan otot yang signifikan yang menyebabkan frailty atau hilangnya imobilitas.


Mengapa Geriatrician Mempercayai InBody?

Semua Alat analisis komposisi tubuh InBody mengandalkan empat pilar teknologi untuk memberikan hasil yang cepat, akurat, dan tepat. Pilar-pilar ini memungkinkan Anda untuk percaya bahwa hasilnya mencerminkan kesehatan pasien Anda.

Direct Segmental Measurement

InBody adalah satu-satunya perangkat BIA yang dapat mengukur per segmen tubuh secara langsung, terutama trunk. Dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, trunk memiliki area yang lebih luas, dengan nilai impedansi yang lebih rendah, dan massa otot yang lebih besar. Ini berarti bahwa perubahan kecil dalam nilai impedansi untuk trunk dapat memengaruhi massa otot secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap segmen tubuh perlu diukur secara terpisah untuk evaluasi massa otot total yang akurat. Pengukuran per segmen tubuh secara langsung juga akan memberikan analisis mendalam bagaimana keseimbangan otot, lemak, dan cairan pasien di setiap bagian tubuhnya.

8 Point Tactile Electrodes

Memanfaatkan karakteristik struktural tubuh, InBody memiliki 8 titik elektroda yang ditempatkan dengan nyaman; Desain ini memastikan titik awal pengukuran yang sama sehingga meningkatkan reproduksibilitas 99% dan memungkinkan interpretasi yang lebih rinci tentang perubahan komposisi tubuh dalam kaitannya dengan perubahan gaya hidup.

Multiple Frequencies

Memanfaatkan fakta bahwa setiap frekuensi memiliki kemampuan unik untuk melewati membran sel, InBody menggunakan spektrum frekuensi rendah hingga tinggi supaya dapat mengukur cairan intra-seluler dan cairan ekstraseluler secara terpisah. Ini memungkinkan pengukuran keseimbangan air yang akurat, terutama untuk evaluasi edema. (1kHz, 5kHz, 50kHz, 250kHz, 500kHz, 1000kHz).

Tidak Menggunakan Estimasi Empiris

Teknologi InBody tidak bergantung pada estimasi empiris dari asumsi tentang usia, jenis kelamin, atau etnis seseorang untuk menentukan hasil komposisi tubuh pasien. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh hanya berdasarkan pada tubuh pasien, sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap susunan unik otot dan lemak per individu dan memungkinkan pelacakan perubahan yang lebih efektif